Minggu, 18 Januari 2026

Klarifikasi Panitia Isra Miraj Banyuwangi Terkait Viral Penampilan Dangdut di Lokasi Acara

 

VIRAL: Biduan dangdut bergoyang di atas panggung saat perayaan Isra Mikraj di Dusun Bangunrejo, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Jumat (17/1) malam



SEGI DAERAH- Sebuah video yang menampilkan biduan dangdut berjoget di panggung bertuliskan Peringatan Isra Miraj di Desa Parangharjo, Songgon, Banyuwangi, mendadak jadi sorotan warganet.


Tayangan itu memicu beragam reaksi, bahkan kecaman. Menariknya, cerita warga yang hadir di lokasi berbeda dengan penjelasan yang disampaikan panitia acara.


Peristiwa yang terjadi pada hari Jumat (16/1) cepat menjadi subjek diskusi.


Rekaman tindakan saweran yang terjadi di panggung musik semi-orkes tersebar dengan cepat di grup WhatsApp dan media sosial, menarik perhatian warganet yang cukup besar.

Saat kejadian berlangsung, suasana hiburan di panggung masih cukup ramai.

Pemandangan itu membuat Ali Nurfatoni, seorang warga yang menyaksikannya, merasa miris.

"Benar, itu di Parangharjo, Songgon," kata Ali, terkejut karena pada saat kejadian masih ada banyak tokoh masyarakat di lokasi.

Saya benar-benar sedih. Bagaimana panggung Isra Mi’raj dapat menyediakan hiburan semacam itu?

“Saya pikir ini sudah kelewatan,” katanya dengan tegas.

Ali juga menekankan acara saweran yang terjadi tepat di bawah baliho besar yang menampilkan agenda keagamaan yang sakral. Pemandangan itu membuatnya merasa tidak pantas dan janggal.

Pembelaan Panitia: Hanya Hiburan untuk Tim Kebersihan

Di sisi lain, Ketua Panitia Muhammad Hadiyanto memberikan penjelasan berbeda ketika dimintai klarifikasi oleh Polsek Songgon. 

Dia menegaskan bahwa musik dangdut itu hanyalah hiburan selingan, digelar setelah seluruh rangkaian ibadah selesai.

Hadiyanto menegaskan, saat biduan naik panggung, para kiai dan tamu undangan sudah meninggalkan lokasi.

“Musik itu digelar hanya untuk menghibur panitia yang sedang membereskan tempat pengajian,” jelasnya.

Meski panitia telah menyampaikan permintaan maaf, MUI Banyuwangi tetap menunjukkan sikap tegas.

Wakil Ketua Umum DP MUI Banyuwangi, Kiai Sunandi Zubaidi, menilai alasan “hiburan setelah acara” tidak bisa dijadikan pembenaran.

Menurutnya, nilai agama tidak boleh dicampur dengan hal-hal yang dianggap maksiat.



(Sumber:RadarTuban)

0 comments:

Posting Komentar