Babat (Segi Daerah) – Aksi protes sejumlah konsumen terkait dugaan bahan bakar minyak (BBM) bercampur air di SPBU Jalan Babat–Bojonegoro, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi Selasa (23/12) malam.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah warga mendatangi SPBU. Seorang pengendara sepeda motor bahkan memperlihatkan isi tangki kendaraannya yang dikuras ke dalam dua botol. Terlihat cairan berwarna hijau mengapung di atas cairan putih, diduga campuran BBM dan air.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak SPBU menghentikan sementara pelayanan BBM jenis Pertalite. Saat ini, SPBU hanya melayani pengisian BBM jenis Solar.
Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi bersama pihak terkait langsung melakukan pengecekan di lokasi.
“Pengecekan dilakukan pada Selasa (24/12) sekitar pukul 22.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan pihak SPBU 54.622.05 Banaran,” ujar Ipda Hamzaid.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan adanya campuran air di dalam tandon pendam BBM. Air diduga masuk akibat rembesan air hujan melalui penutup tandon.
“Pengecekan menggunakan pasta air menunjukkan adanya campuran air dengan ketinggian sekitar delapan sentimeter di dalam tandon,” tambahnya.
Polres Lamongan saat ini masih melakukan pendalaman dengan memeriksa serta meminta keterangan sejumlah petugas SPBU. Polisi juga berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Surabaya.
“Pendalaman terus dilakukan untuk memastikan perlindungan konsumen dan mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegas Ipda Hamzaid
Sementara itu, salah satu petugas SPBU yang enggan disebut namanya mengakui operasional masih berjalan terbatas. Namun, pengisian Pertalite dihentikan sementara karena keluhan berasal dari dispenser sisi barat.
“Dispenser itu dulunya Pertamax Turbo, sempat tidak dipakai, lalu sekitar sebulan atau satu setengah bulan terakhir diisi Pertalite,” ujarnya kepada wartawan di lokasi SPBU, Rabu (24/12) siang.
Petugas tersebut mengaku sebelumnya dispenser Pertalite itu tidak pernah bermasalah. Ia menduga curah hujan tinggi menjadi penyebab air merembes masuk ke dalam tangki penyimpanan BBM
“Kemarin hujannya deras. Biasanya tidak pernah bocor, tapi mungkin karena hujan terus-menerus, rembesannya baru terasa,” katanya.
Pihak SPBU juga memastikan telah menyelesaikan keluhan konsumen. Sedikitnya lima pengendara motor yang kendaraannya mengalami gangguan telah menerima ganti rugi.
“Ada sekitar lima pengendara yang minta ganti rugi. Rata-rata minta uang tunai sekitar Rp 200 ribu untuk biaya perbaikan,” ungkapnya.
Meski demikian, pengoperasian kembali pengisian BBM jenis Pertalite masih menunggu keputusan manajemen.
Di sisi lain, petugas pengawas SPBU mengaku siap menjalani pemeriksaan di Polres Lamongan.
“Semua urusan dengan konsumen sudah clear. Siang ini saya juga ke Polres untuk pemeriksaan,” pungkasnya
(Sumber:RadarLamongan)







0 comments:
Posting Komentar