Tuban,Segi Daerah– Dugaan kasus bullying atau perundungan terhadap seorang siswa terjadi di SMA Al Huda Boarding School (BAS) Tuban, sekolah menengah atas berasrama yang berlokasi di Jalan Letda Sucipto No.108, Perbon, Kabupaten Tuban. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar dokumentasi yang memperlihatkan sejumlah siswa diduga melakukan perundungan terhadap korban di lingkungan sekolah.
Dalam dokumentasi yang beredar, tampak beberapa siswa berkumpul dan mengerumuni seorang siswa lain yang berada dalam posisi tertekan. Dugaan perundungan ini disebut terjadi di area terbuka sekolah, sehingga memunculkan kekhawatiran terkait pengawasan serta sistem pembinaan di lingkungan pendidikan tersebut.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak kepala sekolah melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi yang diberikan.
Pemerhati pendidikan anak, Kuncoko, turut angkat bicara terkait dugaan kasus ini. Ia menegaskan pentingnya perhatian serius dari berbagai pihak.
“Kami berharap adanya dugaan bullying dan perundungan di lingkungan sekolah yang berbasis internasional menjadi perhatian serius oleh stakeholder terkait, dalam hal ini komisi perlindungan anak dan perempuan,” ungkap Kuncoko.
Lebih lanjut, Kuncoko juga meminta agar Kementerian Pendidikan turun tangan secara langsung untuk melakukan investigasi terhadap dugaan tersebut.
“Selanjutnya kami berharap agar ini menjadi perhatian Kementerian Pendidikan, supaya sekolah berbasis internasional di Kabupaten Tuban ini diberikan sanksi tegas apabila terbukti melakukan pembiaran dan abai terhadap manajemen pendidikan yang ada. Saya berharap kementerian pendidikan bisa langsung melakukan investigasi terhadap dugaan perundungan ini, minimal diberikan sanksi tegas atau bahkan dibekukan apabila terbukti mengabaikan peristiwa tersebut,” tutupnya.
Kasus ini menambah perhatian terhadap persoalan perundungan di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa. Publik kini menunggu langkah konkret dari pihak sekolah maupun instansi terkait guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.







0 comments:
Posting Komentar