Sabtu, 10 Januari 2026

Psikolog Ingatkan Orang Tua Tak Jadikan AI Rujukan Utama Pola Asuh Anak

      ilustrasi gambar



SEGI DAERAH- Perkembangan teknologi yang pesat dengan kehadiran Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah memberikan kontribusi besar bagi kemudahan hidup manusia, termasuk dalam hal mencari referensi mengenai pola asuh anak atau parenting.

Saat ini, para orang tua memiliki kemudahan untuk memperoleh berbagai informasi pengasuhan hanya dengan mengajukan pertanyaan kepada platform bertenaga AI.

Namun, fenomena ini memicu sebuah diskusi penting terkait seberapa akurat dan mendalam jawaban yang diberikan teknologi AI dalam memenuhi kebutuhan spesifik seorang anak.

Psikolog Ayoe Soetomo memberikan pandangannya bahwa metode pengasuhan yang diadopsi oleh orang tua di masa sekarang memang sudah sangat berkelindan dengan kemajuan teknologi, termasuk penggunaan AI Menurutnya, mencari solusi atau berkonsultasi melalui platform kecerdasan buatan merupakan hal yang diperbolehkan.

Meski begitu orang tua tetap wajib memiliki sikap kritis terhadap setiap data yang diterima, mengingat setiap anak memiliki karakteristik dan kondisi yang sangat unik dan berbeda satu sama lain.

Ayoe menekankan bahwa untuk permasalahan yang bersifat ringan, penggunaan AI mungkin masih bisa ditoleransi.

Namun, jika menyangkut persoalan emosional yang mendalam, metode yang digunakan sifatnya harus personal atau tailor-made, sehingga diperlukan konsultasi langsung dengan pakar di bidangnya.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, dokter spesialis anak dr. Melia Yunita, SpA, menyoroti bahwa banyaknya informasi di era digital terkadang justru menambah kerumitan masalah.

Melia mengungkapkan sebuah fakta bahwa terdapat orang tua yang mengandalkan AI untuk menentukan dosis susu formula bagi buah hati mereka, yang sayangnya sering kali menghasilkan anjuran yang tidak akurat.

Baginya, ini menjadi tantangan tersendiri di tengah kompleksitas masalah kesehatan anak di Indonesia, yang mencakup isu gizi kronis hingga cakupan vaksinasi yang belum merata.

Sebagai langkah mitigasi terhadap kekeliruan informasi, bergabung dengan platform komunitas yang melibatkan para ahli seperti psikolog dan dokter dianggap sebagai solusi yang lebih aman.

Wadah seperti ini dapat berfungsi sebagai penyaring informasi yang krusial bagi kebutuhan anak.

Psikolog Ayoe menjelaskan bahwa platform komunitas, seperti Teman Bumil, dapat menjadi pilihan alternatif yang terpercaya bagi orang tua dalam mencari literasi pengasuhan.

Dikarenakan informasi yang disajikan memiliki kredibilitas tinggi dan berasal dari para profesional yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Di tengah maraknya peredaran berita bohong atau hoaks, kehadiran platform yang menjamin kebenaran dan keakuratan sumber informasi menjadi sangat penting.

Dokter Melia juga mendukung keberadaan platform semacam ini karena sangat membantu orang tua mendapatkan pengetahuan awal yang valid dari para ahli sebelum mereka memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter atau psikolog.




(Sumber:RadarTuban)


0 comments:

Posting Komentar